Bonding: Asal Muasal Nama Agus Nia

5:54 PM

bond! and keep it straight.
Sebagai cewek yang terlahir dengan nama ke-cowok-cowok-an, gue pernah sekali menanyakan ke orang tua gue kenapa menamakan gue dengan dua kata tanpa ada nama tengah.

Bayangin aja, first name: Agus, dan last name: Nia. Aneh gak sih menurut lo? 
Di Indonesia Agus memang diperuntukkan sebagai nama cowok yang umumnya lahir pada bulan Agustus, dan Nia, hmmm, sudah pasti nama cewek.

Cuma kalo kedua nama itu digabung dan diiket jadi satu, ya, jadilah nama gue. My full name.

Entah, dari nama itu gue gak pernah merasa rugi. Walau pun dulu waktu kelas 4 SD sempet diplesetin juga gegara gue dipanggil 'Gusdur' oleh teman-teman sekelas, mengingat presiden pada masa itu dijabat oleh Alm. K.H. Abdurrahman Wahid atau yang punya nama panggilan Gusdur.

If you know what I mean. Btw, Gusdur selalu dipasang di sebelah kanan papan tulis kelas, berdampingan dengan Ibu Megawati yang ada di sebelah kiri.

Setiap anak-anak yang kehabisan bahan pasti gue yang kena selanjutnya buat dipanggil-panggil. "Gusdur... Gusdur!" begitu panggil teman-teman.

Gue sih gak menganggap itu sebagai olokan ya, tentunya dengan menutup mata bahwa alm. Gusdur juga menutup mata saat gue dipanggil-panggil pake namanya. The bright side, ya, mereka plesetin gue dengan panggilan Presiden yang menjabat pada masa itu gitu lho. Gue malah lebih mempertanyakan kenapa orang tua gue kepikiran ya bikin nama mixing nama laki sama nama cewe. Kenapa enggak Elizabeth atau Marsya yang kebule-bulean atau kayaknya susah gitu dipanggilnya? Tapi pas gue ngaca terus manggil diri sendiri pake nama itu kok gak cocok ya hahaha...

***

Lagi pula gue percaya, makin ke sini gue merasa bahwa nama gue bawa hoki.

1. Nyokap sering make nama gue buat dicantumin di daftar arisan, the fact nama gue selalu keluar di awal-awal kocokan.
2. Karena nama gue berawalan huruf A, gak jarang gue selalu absen 1, dan itu menolong gue ketika maju soal matematika di sekolah, karena soal-soal pertama selalu paling gampang. Agree?
3. Orang cenderung lebih inget nama gue dengan menanyakan mau dipanggil Agus atau Nia?
ahahaha yang ini bukan hoki sih...

And yes, prasangka gue emang bener. Nama gue yang sederhana dan umum tapi nggak umum kalau digabung membuat orang jadi kenal gue. It might be strange to have this name  dan gue belajar dari seorang motivator yang pernah ngadain seminar di kampus gue, harus ada penekanan ketika nyebut nama pas kenalan sama orang baru. Sebenernya boleh penekanan atau dengan tambahan nada. Maksud tambahan nada, kayak lo ngomong bahasa Cina deh, nada  ketiga itukan dilambangin "~" pada Pin Yin-nya artinya lo harus baca kata yang ada lambang itu dengan nada bergelombang. If you know what I mean...

For instance,

A: Gue
B: Orang baru

Sikon I

B: Hai, Doni! *jabat tangan*
A: Halo, AGUSSSSS--NNIA!

Sikon II

B: Halo, gue Ratih!
A: Hai, gue Aguuu~~sss nia. (yang ini bergelombang, cara ngomongnya kayak lo lagi nahan pipis yang tidak tertahankan sampe badan goyang-goyang sendiri)

Gue yakin abis itu orang yang baru lo kenal bakal inget terus nama lo, seengganya gara-gara aksen yang lo berikan pada pengalaman pertama kali ketemu dengan orang baru! Terapin ke siapa pun dijamin relasi lo inget terus sama lo. Antara emang lo berkesan atau lo dianggap aneh sih hehe

*susah ga? engga kan? gampang kan! udah gampang aja!

***

Balik lagi, perihal pilihan nama panggilan atau nickname  yang pas buat gue. Adakalanya, orang yang baru pertama kali denger pasti bertanya, mau dipanggil Agus apa Nia? dan lalu gue langsung menjawab, "Boleh Agus boleh Nia. Atur aja enaknya." Dan itu terjadi ketika guru/dosen absen nama gue.

Dosen gue juga sempet menanyakan asal muasal nama gue, dan seinget gue, nyokap juga sempet cerita kalo awalnya nama gue itu adalah Agustina. Hanya saja pada masa gue dilahirkan nama itu terlalu pasaran, dan sepupu gue bilang nama Agustina terlalu mainstream alias pasaran banget. Soalnya seinget sepupu gue, di daerah rumah gue yang lahirnya barengan sama gue, bulan Agustus, kalo laki-laki dinamain Agus kalo cewek dinamain Agustina. Nah, karena pas berojol kelamin gue adalah cewek, maka biar gak mainstream diambillah nama Agus yang biasa dipake buat namain anak cowok. Gue curiga, bokap gue pingin anak cowok, makanya gue dikasih nama cowok. Antara praktis aja mikirnya, "Udah Agus aja! Agustus kan? Agustus kan?" hahahhaa

Akhirnya, alhamdulillah-sujud syukur-bikin nasi kuning--jadilah nama gue yang mainstream tapi jadi gak mainstream-mainstream amat dan hingga kini melekat di Kartu Pelajar, KTM, KTP, Akte, dan Ijazah.

Gue sama nama gue punya bonding yang pas banget, dulu ngerasa nama gue aneh, tapi makin ke sini eh engga kok keren juga. Inklusif; uniseks; fleksibel; sociable; genderless. Bisa dipake buat berbaur sama siapa aja. Keren aja jadinya. Bahkan lo bisa panggil nama gue pake nama bule: "August". Keren kan? '< :)

You Might Also Like

0 comments