Inilah Cara Pemasar 'B2B' Diuntungkan Dari Facebook

4:13 PM


Oleh Louise Julig
Terbit pada 27 Februari 2013
 
Diterjemahkan oleh Agus Nia



Inilah cerita mengenai astronot Apollo 13 yang mencoba kembali ke bumi setelah kegagalan misi yang memberikan pelajaran bagi pemasar B2B. Astronot menggunakan dorongan gravitasi bulan untuk membidik dan menjepret langsung ke bulan hingga akhirnya mereka memiliki kekuatan yang cukup untuk kembali ke bumi.

B2B marketer: Facebook adalah ‘bulanmu’
Berdasarkan 2012Social Media Marketing Industry Report,  pemasar B2B melaporkan bahwa mereka kemungkinan besar akan meningkatkan penggunaanLinkedIn dan blogging di Facebook pada tahun depan.
Namun ketika Facebook bukan lagi menjadi tujuan akhir dari pelanggan B2B , inilah dorongan gravitasi yang luar biasa bagi mereka. Pemasar yang cerdas, seperti astronot pada misi Apollo 13, bisa mendongkrak yang akhirnya mendorong dan membawa pelanggan kemana pun  mereka ingin pergi.

Beginilah cara agresif yang dilakukan oleh pemasar B2B.

Tiga Tahap Pendekatan
Y Scouts, sebuah perusahaan kecil yang dirintis sejak 2012 di Phoneix, membutuhkan bantuan  untuk mengembangkan nama perusahaan dalam lapangan industri yang  ramai dan sejujurnya tidak selalu berjalan mulus.
Mereka mempertemukan tantangan itu dalam tiga pendekatan, 1) keluar dari kursi nyaman mereka, 2) dongkrak dengan facebook, 3) bangunlah hubungan relasi.
Organisasi: Y Scouts
Jenis dan Perencanaan Media Sosial:
§  Website — Y Scouts
§  Blog
§  Facebook — 412 fans (103 per karyawan)
§  LinkedIn — 84 followers (21 per karyawan)
§  Twitter — 404 followers (101 per karyawan)


Hal-hal Pokok:
  • Traffic website perhari meningkat 500 %, sejak awal bulan dengan adanya tur “What’s Your Why?”
  • Jumlah aplikan talent community meningkat hingga 500 % selama bulan pertama diluncurkannya tur ‘What’s Your Why?”
  • Total jam yang dicurahkan untuk  tur “What’s Your Why” hingga empat bulan: 100 (jam)
  • Memasukiposisi tiga teratas pada driver website: 1) Google, 2) Facebook, 3) LinkedIn
  • Rata-rata waktu yang dihabiskan untuk membuka Website  LinkedIn melebihi rata kombinasi pengunjung
“Kurang dari tiga orang yang bangun di pagi hari dan pergi bekerja, menikmati pekerjaan mereka, dan menempatkan hati, tubuh dan jiwa pada pekerjaannya,” kata Brian Mohr, pendiri dan wakil presiden Y Scouts, dikutip dari Gallup employee engagementsurvey. Survei menunjukkan bahwa hanya 29% pekerja Amerika yang bekerja dengan sepenuh hati dan antusias terhadap pekerjaannya.
Y Scouts meyakini pendekatan berbasis tujuan (purpose-based approach) cocok dengan nilai-nilai dan keyakinan perusahaan serta potensial bagi para karyawan dibanding terpaku pada resume dan deskripsi pekerjaan karyawan pada pengalaman-pengalaman sebelumnya.
Pesan berbasis tujuan (purpose-based) Y Scouts.

“Kami percaya itulah satu-satunya cara untuk merekrut (karyawan),” kata Mohr. “Keterikatan datang dari kepercayaan terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Tantangan: menyebarkan pesan berbasis tujuan (purpose-based) dan mendorong untuk memerkenalkan nama perusahaan mereka di tengah-tengan proses staffing perusahaan lokal lain.

Tahap 1: Keluar Dari Kursi Nyaman

Pada September 2012, empat bulan setelah peluncuran situs web mereka, Y scouts merilis  tur “What’s Your Why” oleh pendiri dan penasihat pemassaran Brett Farmiloe.
“ide saya adalah mempertanyakan kepada orang-orang, What’s Your Why?—Mengapa kamu bekerja pada pekerjaan yang kamu lakukan? dan mereka pun harun menulis pernyataannya itu pada selembar kertas, dan kami akan datang dan memotret mereka serta memiliki foto yang sangat kuat untuk menggambarkan alasan mengapa mereka bekerja,” kata Farmiloe.
Selama empat bulan, Y Scouts teah mengunjungi lebih dari 40 perusahaan di wilayah Phoenix dan mengambil foto karyawan yang sedang memegang pernyataan atas jawaban “mengapa” mereka.
Ffarmiloe memulai dengan menjangkau beberapa bisnis lokal yang mereka ketahui seperti Infusionsoft. Pada setiap pemberhentian tur, mereka meminta arahan dari perusahaan tersebut untuk menjangkau perusahaan lainnya. Y Scouts juga berkolaborasi dengan organisasi seperti Local First Arizona untuk mendapatkan referensi lainnya.


Peter Koury dari Infusionsoft, seseorang pada pemberhentian awal tur “What’s Your Why?”.
Selain itu, mereka mengundang perusahaan yang mereka temui sebagai klien yang potensial untuk berpartisipasi pada tur dan sebagai langkah mereka untuk menjalin hubungan relasi yang lebih jauh lagi.
Pada akhir Desember 2012, lebih dari 40 perusahaan berpartisipasi dalam tur. “Yang terbaik dari semua, kami memiliki 300 foto dar warga lokal (seperti yang  tertera pada gambar) yang secra visual menunjukkan proporsi nilai dari Y Scouts,” kata Farmiloe.
Tur adalah langkah awal yang membuat mereka keluar dari kursi nyaman mereka dan berada di depan target audiens mereka; tahap selanjutnya adalah memanfaatkan Facebook untuk menarik gravitasi.

Stage 2: Dongkrak Dengan Facebook
Pada setiap titik pemberhentian tur, Farmiloe memposting foto-foto ke situs Y Scouts dan akun-akun sosial media, terutama Facebook.
Memposting ke facebook adalah sebuah gagasan kecil dari Farmiloe. “Facebook merupakan platform visual, dan merupakan tempat berbagi foto terbesar di dunia,” kata Farmiloe.

Perusahaan memulai dari fans yang awalnya nol hingga mencapai 650 lebih selama tur empat bulan. serta menjadi urutan kedua terbesar pada traffic website setelah Google. Namun manfaat terbesar adalah memanfaatkan jaringan pribadi dari tiap orang dan perusahaan yang ditandai (tagged on facebook).
“ketika kamu menandai (tag) seseorang di Facebook dengan foto, pencapaian (reach) yang kamu dapatkan dari hasil penandaan (tag) itu jauh lebih besar. Begitu banyak orang yang ingin ditandai (tag) dan berbagi (share) foto tersebut dalam ranah personal,” kata Farmiloe.


                
Y Scouts memposting pernyataan “Why?” dari Uber di halam Facebook mereka. Gabe Williams dari Uber pun berbagi foto pada halaman Facebook-nya sendiri.

“Ketika kamu bisa terhubung dengan seseorang secara personal mengenai hal terpenting bagi kehidupan mereka, dan kamu memberikan kemampuan untuk membagikannya kepada teman dan kerabat, hal itu sangat membantu untuk menyebarluaskan pesan ini,” kata Mohr.
Maka, langkah selanjutnya: menjaga momentum di luar Facebook.

Stage 3: Membangun Hubungan Relasi
“Kami tidak mengharapkan memulai dari halaman Facebook dan mengambil banyak foto dari karyawan dan pada hari selanjutnya atau minggu selanjutnya dan menemukan orang-orang untuk bekerjasama dengan kami,” kata Farmiloe.
Dalam industri mereka, pemasaran adalah mengenai sudut pandang jangka panjang dan cara membangun hubungan relasi. Untuk melakukannya, Y Scouts berfokus pada LinkedIn, email pemasaran, dan berbicara pada setiap kesempatan.\
“LinkedIn adalah alat yang sangat kuat,” kata Mohr. Ketika traffic LinkedIn berada dibelakang Facebook, para pengunjung menghabiskan jauh lebih banyak waktu di situs LinkedIn.
Y Scouts menginvestasikan akun premium di LinkedIn Recruiter dan membuat company page mereka terlihat profesional. Karyawan-karyawan Y Scouts bergabung pada grup dan mengawasi apa yang petinggi eksekutif dan pemimpin mereka sedang bicarakan. “Hal ini lebih mengenai bagaimana kamu membuka telinga dan memberikan perhatian pada apa yang sedang terjadi atas peranmu sebagai kontributor,” kata Mohr.
Cara lain yang mereka kembangkan dalam membangun relasi adalah dengan menggunakan email. “Kedepannya, kami akan memberikan banyak fokus pada email marketing  dan memungkinkan komunitas bakat (talent community)berinteraksi satu sama lain, dibanding meletakkan penekanan pada kita,: kata Farmiloe.
Anggota yang telah menyerahkan resume-nya dengan menggunakan Talent Portal akan bisa meminta pertolongan pada anggota lain untuk menerima berita dan mendapatkan updates dari Y Scouts.
Y Scouts juga mencari kesempatan untuk berbidara. Mohr baru saja memberikan pidatonya pada Generation Next di ASU Lodestar Center for Philanthropy & Nonprofit Innovation.
.
Y Scouts berbagi foto Brian Mohr, pendiri Y Scouts yang mendapat kesempatan berbicara di Generation Next.
Meskipun tur “What’s Your Why?” secara resmi ditutup pada Desember 2012, Y Scouts akan melanjutkan foto-foto dari tiap perusahaan yang bekerja sama dengan mereka dan menggunaka tiga tahap proses di atas untuk menghantarkan kemana tujuan perusahaan itu.
Apakah kamu telah menggunakan Facebook untuk mengdongkrak pencapaianmu (reach) sebagai pelanggan potensial dari B2B? Bagaimana kamu akan menggunakan taktik dari Y Scouts sesuai dengan bisnis yang anda jalankan?

Sumber: http://goo.gl/Sx2a jump to http://www.socialmediaexaminer.com/facebook-b2b-case-study/

You Might Also Like

0 comments