For Him, Who is Good in Maintaining the Engine

5:27 PM

Sometimes, you only need to appreciate the person who eager and intensely keep communicate with you. Because, as Paul Watzlawick ever said, if I'm not mistaken, we cannot not communicate. So, thank you to ignite the engine and maintain it well. I knew you are good in maintaining. :)

Tuhan itu Maha Baik!
Gue percaya banget akan hal itu.
Tandanya, dalam sebulan terakhir ini, telah banyak perubahan yang terjadi sama gue, dan gue melihat itu ke arah yang lebih baik, terencana, dan membahagiakan.

Dimulai dari kemampuan nalar dan berpikir yang lebih jernih untuk memutuskan, disambut dengan adanya benih-benih rasa ke Lee Seung Gi ala-ala, tapi akhirnya gue harus berani untuk melepaskan perasaan itu. Karena gue rasa dia tidak mumpuni dalam membaca kode ketika kita mulai berkomunikasi, baik verbal maupun non-verbal, padahal dia seharusnya cukup mahir dalam bidang tersebut.

Banyak asumsi yang gue pikirkan kenapa seseorang tidak membalas positif segala tanda-tanda rasa suka yang lo tunjukkan. Tapi, hal ini akan gue sampaikan di tulisan yang terpisah saja.

Di blog kali ini, gue mau cerita bahwa Tuhan itu Maha Baik dan Bijaksana ketika kita berpasrah diri, mengikhlaskan, dan menyerahkan segala keputusan kepadaNya. Sebab, Dia tahu bahwa yang kita inginkan tidak serta merta adalah yang terbaik buat kita.

Setelah gue mencoba mengikhlaskan Lee Seung Gi ala-ala, tiba-tiba ada orang-orang baru yang muncul dalam kehidupan gue, dan itu terjadi sangat cepat setelah gue berani mengambil keputusan.

Dari sebuah fitur yang cukup baru dari salah satu aplikasi pesan, ada sekitar 60an lebih teman baru yang bisa gue tambahkan dalam daftar kontak. (Sekarang sudah hampir 90an... Nyombong ceritanya~).
FYI, I'm typical of a lazy person to choose and accept many many random people to my contact. So, I selected some of them. The result, I got two person that I think it is good to start a conversation.
So, yeah, just let it flow.

At the first day, I knew the 1st one is kinda 'anak gaul Jakarta' who likely to hang out at some fancies place. The pattern is: he talks and away, talks and away, talks and away. So, I gave up. As I said at first, just let it flow. Actually, I have no intention for him, so I don't really mind about how he treats a new friend, like me.

At the same day, I also start to talk to the second one, and he starts with a random question. "Where do you come from?" Pikir gue, muke kita sama-sama Asia, muka-muka Indonesia, masa iya gue jawab dari Zimbabwe? Jayus, Ni...

And, surprisingly, our conversation is running soooo~ smooth -- at least until today --. I ever said to him, thanks for maintaining the rhythm well.

I only hope it is a good step to make something great in the future. I don't know what it is. But, still, I hope it's a something good ahead (at least for us). :)

I'm starting to happy to know who you are. So, tell me more and more.

You Might Also Like

0 comments