Edisi Enam Tahun Lalu

1:36 PM


Gue mau banget memiliki sudut pandang seperti mereka yang creavolution. :)
Guys, gak tau kenapa dalam tiga tahun terakhir ini hasrat dan nafsu gue dalam menulis menurun drastis. Alhasil, gue jadi males baca dan gak terlalu peka dengan segala hal. Padahal itu BIG NO NO banget harusnya. Setelah mengutak-atik file lama, ternyata gue menemukan tiga paragraf 'cerita gak nyambung' gue yang dulu sempet masuk salah satu majalah beken dan gratis pas gue masih SMA, sampe sekarang juga masih beken sih... namanya majalah Provoke! Gue suka banget majalah ini dan bermimpi bisa jadi bagian dari penulis di sana.hehe
Gue inget banget gue berhasil mendapatkan CD Plain White T's yang lagunya gombal-gombal itu berdasarkan keahlian gue yang gesrek dalam menulis di masa keemasan dulu.haha
Then, here it is guys.

-------
….. (cerbung)

“….Eh ini kanArga…Arga bonar… musuh gue waktu smp, yg bau, item, jerawatan, mata kodok, dan punya bisul di tengah jidat bak penari india tunjahe-jahe. Sayangnya dia itu sohiban sama gebetan gue waktu itu, si Dado Mizwir, cowok paling imut dan lucu yang mirip banget sama utkang parkir sekolah gue si Brad priitt!”

Tanpa pikir panjang dibarengin rasa penasaran yang membuncah bak anak orok yang pengen brojol dari perut sang ibu, Asha pun langsung melihat-lihat  profil si Bonar. Ternyata profil si Bonar dihiasin background naga yg eksotis dan mengeluarkan api. Asha pun teringat bahwasanya mulut si Bonar emang bau naga.

“Ah..ngapain gw inget-inget si kadal bunting yang keteknya bau jengkol plus ikan asin, mending gueeee langsuungg……..”
Kata-kata Asha tiba-tiba saja terhenti pas melihat foto album si Bonar. Dia melihat si Dado sedang bertengger dengan narsis ria. Dia berpose mirip Desto’o klub Eighties yang suka tersenyum dengan hidung mengkirut. Menurut Asha, itulah senyum tercupu yg baru pertama kali Asha lihat dari raut wajah Dado yang lagi kucel.
Tiba2 Asha kaget ½ mati pas liat foto itu diberi nama…”Dido sayang As……”

BERSAMBUNG

------
kacrut banget kan? Sebenernya sih cerbung edisi ini udah dimanusiakan bahasanya, karena bahasa aslinya masih 'anak layangan' banget. Gak nahan pasti lo kalo baca versi asli nan ababil masa lampau gue dulu.ihik ihik

You Might Also Like

0 comments